Selain Razia Petugas Juga Menggelar Test Urine Massal, Ini Hasilnya!
Bagansiapiapi — Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menggelar kegiatan tes urine massal bagi warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan tes urine ini dilaksanakan berbarengan dengan razia penggeledahan gabungan yang melibatkan jajaran personel TNI dan Polri pada Rabu, 23 September 2026. Langkah progresif ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini serta pencegahan peredaran gelap narkoba di dalam lapas.
Pelaksanaan tes urine massal dilakukan oleh tim medis Lapas Bagansiapiapi bekerja sama dengan aparat pengamanan terkait. Dalam dokumentasi kegiatan, tampak tujuh personel yang terdiri dari tim medis berpakaian dinas dan bertutup tangan steril, petugas Lapas Bagansiapiapi berseragam IMIPAS, personel TNI AD berpakaian loreng, serta aparat kepolisian berdiri di belakang meja pemeriksaan. Di atas meja tersebut berjejer rapi puluhan wadah sampel urine berpenutup biru yang telah diambil dari warga binaan secara acak dan menyeluruh.
Pengambilan sampel urine dilakukan dengan pengawasan ketat dari aparat gabungan guna memastikan proses pemeriksaan berjalan jujur, transparan, dan tidak dapat dimanipulasi. Warga binaan yang ditunjuk diwajibkan memberikan sampel urine di bawah pengawalan petugas hingga diserahkan kepada tim medis untuk dites menggunakan rapid test kit narkoba multi-parameter. Prosedur standar ini diterapkan untuk mendeteksi secara akurat keberadaan zat adiktif seperti amphetamine, methamphetamine, THC, maupun jenis narkotika lainnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel urine yang telah diuji oleh tim medis dari total 1.182 warga binaan, seluruhnya menunjukkan hasil 100% negatif dari penyalahgunaan narkoba. Hasil yang sangat memuaskan tersebut menjadi bukti efektivitas langkah pencegahan dan pengawasan ketat yang selama ini diterapkan oleh jajaran Lapas Bagansiapiapi. Pihak lapas menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi siapapun yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Secara umum, pelaksanaan tes urine massal ini sejalan dengan tiga kunci pemasyarakatan maju dan komitmen Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sinergi antara tim medis lapas, aparat TNI, serta Polri menjadi benteng kuat dalam menjaga integritas lembaga pemasyarakatan. Kegiatan tes urine berkala ini dipastikan akan terus digelar secara berkala dan mendadak sebagai bentuk pengawasan yang berkelanjutan di Lapas Bagansiapiapi.